16 Agustus 2014 - 05:12
Zionis Dan ISIS Satu Kesatuan

“Jangan kita terjebak pada perbedaan-perbedaan kecil dalam umat Islam. Karena akan menimbulkan konflik. Kalau ada konflik akan timbul peperangan. Kita jadi lemah. Dan ini yang dikehendaki oleh mereka (Zionis),”

Menurut Kantor Berita ABNA, Gaza terus melayang, berjumpa kesyahidan diberondong mesiu dan rudal-rudal pesawat Israel. Kebiadaban Israel ini makin membuat dukungan dan solidaritas atas penderitaan Palestina di seluruh dunia terus menguat. Penderitaan warga Gaza yang tak berkesudahan selama lebih dari 60 tahun ini pula yang membuat acara Halal bi Halal dan Silaturrahmi Idul Fitri Syawal 1435 H Badan Kontak Majelis Taklim (BMKT) mengusung tajuk, “Palestina Membutuhkan Do’a & Kedermawanan Kita”

Acara yang digelar BMKT bekerjasama dengan Universitas Islam As-Syafiiyyah Jatiwaringin ini dilangsungkan di belakang gedung rektorat Universitas Islam As-Syafiiyyah. Dalam acara yang mengumpulkan Rp. 100 juta dana bantuan untuk Palestina ini, BMKT mengundang aktifis kemanusiaan sekaligus pendiri Mer-C, Dr. Jose Rizal. Hadir juga dalam acara ini Hj. Tuty Alawiyah, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan. Namun karena kesehatannya mendadak turun, tak sampai selesai acara, Hj. Tuty Alawiyah menjalani perawatan di rumah sakit.

Dalam ceramahnya di depan 800 lebih peserta acara, Dr. Jose menyebutkan bahwa perlawanan terhadap Zionis Israel harus terus digelorakan. Dan untuk itu umat Islam harus bersatu. “Melawan Zionis kita harus sepakat dan fokus. Jangan terpecah belah,” ujarnya. “Jangan kita terjebak pada perbedaan-perbedaan kecil dalam umat Islam. Karena akan menimbulkan konflik. Kalau ada konflik akan timbul peperangan. Kita jadi lemah. Dan ini yang dikehendaki oleh mereka (Zionis),” terang Dr. Jose.

Zionis dan ISIS, Satu Kesatuan Yang Tak Dapat Dipisahkan

Selain kebiadaban Zionis, saat ini, terutama di Indonesia juga sedang santer isu kekejian ISIS di Irak yang banyak dibicarakan sehingga isu Palestina sedikit-banyak tersingkirkan. Ketika ABI Press menanyakan hal ini, Dr. Jose menyebutkan bahwa membicarakan Zionis dan ISIS tak bisa dipisahkan satu sama lain.

“Begini, memahami ISIS dan Zionis itu jangan dipisahkan,” ujar Dr. Jose. “Ada yang namanya Yinon’s Plan, yaitu project menguasai dunia dari Zionis dan Project for the New American Century, yaitu dengan melemahkan tujuh Negara kuat di sekeliling Israel, juga melemahkan Islam.  Jadi setiap usaha melemahkan Islam dengan dalih pemurnian (agama) atau apa pun namanya, kita harus waspadai.”

“Kuncinya, harus dipastikan apakah perjuangannya melawan Zionis atau tidak? Atau apakah perjuangannya justru melemahkan dan memporakporandakan Islam?” lanjut Dr. Jose. “Kalau itu yang terjadi, berarti kita malah sesuai skenario Yinon’s Plan dan Project for the New American Century ini.”

Adnan Jaelani, Direktur Human Resource universitas Aisyiyyah yang juga hadir dalam acara juga menyebutkan agar kaum Muslimin jangan terjebak dengan permainan Zionis ini. “Jihad lah yang ditakuti oleh Israel,” ujar Adnan. “Tapi mesti hati-hati. Jangan sampai jihad itu dimanipulasi. Jangan terjerat pemahaman yang salah,” pesan Adnan.

Sementara Hj. Nurma Nugraha, MA, Ketua Dewan Daiyah BMKT yang menjadi panitia acara ini juga menyebutkan bahwa kebiadaban ISIS yang mencoreng Islam itu tak boleh berkembang di Indonesia. Orangtua harus teliti dan hati-hati terhadap paham radikal seperti ISIS yang banyak mencekoki para pemuda ini.  (ABI)